Analisis Faktor Peningkatan Kemampuan Membatik Pada Pengusaha Batik Garutan di Kabupaten Garut (Studi Deskriptif Pada UMKM Batik Garutan Kabupaten Garut)

Authors

  • Astiani Nasyuroh Universitas Garut
  • Novie Susanti Suseno Universitas Garut
  • Irma Rosmawati Universitas Garut

Abstract

Salah satu jenis UMKM atau industri kreatif yang telah meramaikan pasar global adalah industri batik. Batik telah menjadi warisan budaya, sebagaimana yang telah ditetapkan oleh UNESCO di Abu Dhabi. Batik diakui sebagai warisan budaya manusia yang unik di Indonesia. Budaya membatik merupakan kebanggaan bangsa sendiri, salah satunya adalah batik khas Jawa Barat yaitu Batik Garutan yang memiliki ciri khas tersendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat meningkatkan kemampuan membatik. Metode penelitian ini menggunakan analisis kualitatif, peneliti melakukan wawancara kepada berbagai informan dan mengumpulkan data dari instansi terkait. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data dengan triangulasi data. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 faktor yang dapat meningkatkan keterampilan membatik, yaitu: 1) Faktor Individu (Bakat, Minat, Faktor Kepribadian); 2) Dukungan Organisasi (Pelatihan & pengembangan, Alat & Teknologi, Standar Kerja, Rekan Kerja); 3) Upaya yang dicurahkan (Motivasi). Faktor yang menyebabkan terhambatnya proses regenerasi dalam meningkatkan kemampuan membatik adalah faktor individu yang kurang seperti kurangnya bakat dan minat, serta dukungan organisasi yang kurang memadai, dan kurangnya motivasi dari generasi muda terhadap karya batik. Upaya yang diberikan oleh Pemerintah dan organisasi terus gencar dilakukan, seperti memberikan pelatihan dan upaya lainnya.

Published

2025-03-22